Download Skripsi Lengkap Syamsul Hadi - Analisis Perubahan Harga Bawang Goreng Palu di Kota Palu Sulawesi Tengah

RINGKASAN
ANALISIS KECENDRUNGAN PERUBAHAN HARGA BAWANG GORENG PALU DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH

(Syamsul Hadi E 221 06 019)
Dibimbing oleh Alimudin Laapo dan Christoporus

Bawang goreng khas Palu merupakan hasil dari pengolahan hasil pertanian yang ada di lembah Palu yaitu bawang merah lokal Palu. perubahan harga bawang goreng terjadi dalam waktu yang singkat merupakan satu kendala yang dihadapi dalam memasarkan produk bawang goreng. trend harga bawang goreng selama Tahun 2010 adalah suatu bentuk trend meningkat secara terus menerus, yang disebabkan oleh harga bahan baku bawang merah yang selalu mengalami kenaikan harga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend harga dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan harga bawang goreng khas Palu. penelitian ini dilaksnakan pada bulan April sampai Mei 2011. Lokasi Penelitian dilakukan di kota Palu yang merupakan sentra produksi bawang goreng khas Palu. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus, jumlah sampel sebanyak 14 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis linear berganda.
Hasil penelitian diklasifikasikan menjadi dua bentuk trend harga yaitu trend harga tahunan dan trend harga bulanan. Kecendrungan perubahan harga bawang goreng Palu selalu mengalami kenaikan harga, sedangkan pada periode bulanan harga bawang goreng cenderung meningkat terlebih pada bulan-bulan saat perayaan hari raya agama.
Faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan harga bawang goreng adalah harga bahan baku pada saat itu (berpengaruh nyata) dan harga bawang goreng pada bulan sebelumnya (sangat nyata), sedangkan permintaan bawang goreng pada bulan sebelumnya berpengaruh tidak nyata.

Klik Disini Untuk Download Skripsi Diatas (Lengkap dengan power poinnya)

Referensi Penetuan Sampel Jenuh (Metode Sensus)

Sampling jenuh adalah tehnik pengambilan sampling bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, hal ini dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil yaitu kurang dari 30 orang, atau penelitian ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. istilah lainnya adalah sampel jenuh atau sensus, dimana semua anggota populasi dijadikn sampel.

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan keduabelas 2008. Penerbit Alfabeta. Bandung

Margin Pemasaran (Pustaka)

Margin tataniaga adalah selisih antara harga yang dibayarkan oleh konsumen dengan harga yang diterima oleh petani.  Margin ini akan diterima oleh lembaga tataniaga yang terlibat dalam proses pemasaran tersebut.  Makin panjang tataniaga (semakin banyak lembaga yang terlibat) maka semakin besar margin tataniaga (Daniel, M., 2002).

Margin pemasaran merupakan perbedaan antara harga yang dibayarkan konsumen dengan harga yang diterima petani.  Komponen margin pemasaran ini terdiri dari biaya-biaya yang diperlukan lembaga-lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran yang disebut biaya pemasaran (Sudioyono, 2002).

Ramadhan (2009) mengatakan bahwa, margin pemasaran dapat didefinisikan dengan dua cara yaitu: 1) margin pemasaran merupakan perbedaan antara harga yang dibayarkan konsumen dengan harga yang diterima petani, 2) margin pemasaran merupakan biaya dari jasa-jasa pemasaran yang dibutuhkan sebagai akibat permintaan dan penawaran dari jasa-jasa penawaran.

    Kamaluddin (2009) berpendapat bahwa, margin pemasaran dapat didefenisikan dengan dua cara, yaitu: (1) margin pemasaran merupakan selisih antara harga yang dibayar konsumen akhir dengan harga yang diterima petani. (2) margin pemasaran merupakan biaya dari balas jasa pemasaran.

Daftar Pustaka:
Daniel, M., 2002.  Pengantar Ekonomi Pertanian.  Bumi aksara, Jakarta.

Sudioyono, A., 2002.  Pemasaran Pertanian.  Universitas Muhammadiyah, Malang.

Ramadhan, W., 2009.  Analisis Margin Pemasaran Sapi Potong di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur.  http://www.deptan.go.id.

Kamaluddin., 2009.  Biaya dan Jenis-Jenis Pemasaran.  http://www.deptan.go.id